Senin, 04 Juni 2012

Ya Syaikhona

Dalam pelukan subuh yang masih perawan
Aku mencuri seikat ingatan yang kalian waqafkan pada kenangan
Dalam wadah fana yang dibatas-batasi:
Dikafani zaman Madlii
Dibekap zaman Halii
Dan disembunyikan zaman Istiqbalii
Kusimpan ingatan itu dalam bingkai raksasa bernama do'a
Meski tanpa lafadh yang murokkab
Meski tanpa ucapan yang mufid
Meski tanpa niat yang wadlo'
Tak kelu kuucap namamu satu persatu
Dalam semesta isim yang tak terkategori waktu

Dalam kidung yang rumekso ing wengi
Kuhadirkan luka pada getirnya petir yang mereka sebut takdir
Ingatkah kalian?
Saat kita bersama-sama menidurkan purnama yang insomnia
Membaringkan peluh pada ranjang tembang-tembang, kembang-kembang
Kita melubangi ruang
Hanya untuk tahu, bahwa ada sepaket bibir yang selalu rindu mengecup tanganmu satu persatu
Ada serombongan do'a berjubah Ibrahim yang melindungimu dari berbagai musim
Walau Sungai Nil terbelah
Walau Laut Merah tumpah ruah karena marah
You and me together
Forever
Manunggal dalam wujud kangen yang terpenggal-penggal
K. H. Ma'ruf Irsyad (Kudus)

Inilah ingatan yang kucuri itu, ya Syaikhonaa...
Yang kusimpan dalam Bahtera Raksasa Nabi Nuh
Yang kusisipkan di antara bumi dan langit tujuh
Yang kutitipkan pada jagad raya dan dijaga para dewa-dewa
Yang diturunkan Malaikat Mikail jika nanti rinduku memanggil-manggil

Inilah ingatan yang kucuri itu, ya Syaikhonaa...
Ini saja yang ada

Selebihnya hanya DO'A


Papua - Dulhijjah, 1432


* Sesembahan khusus kagem:
Alm. Mbah Kyai H. M. Ma'ruf Irsyad, Alm. Bapak Muqorrobun dan Guru-guru yang lebih dulu meninggalkan kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar