Dia perempuanku.
Yang namanya ku tulis di kubah mendung dg huruf api Phoenix.
Nama yg dibungkus udara, didesahi angin, ditiupi topan, lalu dijeritkan guntur.
Nama yg dielu-elukan Wisnu saat hujan.
Dia perempuanku.
Yang namanya ku tulis di kubah mendung dg huruf api Phoenix.
Namanya Rayna.
Yang hatinya ku lamar dengan cincin yang ku curi dari Saturnus.
Dia perempuanku.
Yang memesan goresan cinta bergambar mawar.
Namanya Rayna.
Rayna saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar