Sayang, dengan sangat hati-hati aku berdiam diri untuk menyerah. Dengan
sangat hati-hati juga aku beranikan diri untuk katakan: aku tak sanggup
lagi. Dan dengan sangat hati-hati pula, hati ini tertutup. Tertimbun
balok-balok beku yang mengutup. Dan inilah hatiku, pada sepi hari yang
tanpa nama. Tanpa purnama. Apa adanya.
Inilah caraku mencintaimu, sayangku...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar