Kamis, 31 Mei 2012

Areena

Jika asmara akhirnya memaksa...
Let's killing the word, the world!
Dan sebaiknya kantongi saja sisa-sisa asa-asa sia-sia ini.
Siapa tahu menjelma kembang api.
Yang diledakkan Serdadu Nazi dalam rindu-dendam.
Dalam remuk redam...
Dalam duka cita mitos-mitos Keris Empu Gandring,Ronggowarsito, atau Rendra yang turut mengutuk cinta.
Menjadikan kita saling diam.
Saling awam dalam kenyataan yang menghantam-hantam.
Tapi, bukankah inna ma'al 'usri yusro?

Jadi, jangan maknai rayuanku dengan rasio!
Karena mencintaimu adalah erotisasi tarian ular oleh birahi mantra-mantra Kresna.

Upacara dengan Tuhan

Kalau kita mendengar kata "ibadah" maka otak kita langsung berfikir itu adalah tindakan ritual agama. Terus, orang yg menjalankan ritual formal itu kita sebut "beribadah," kalau tidak ya "tidak beribadah". Akibatnya, suburlah formalitas kehidupan. Orang2 takut dikatakan kafir. Maka mereka berbondong2 rajin ke tempat2 ibadah. Tapi kemungkaran dalam bentuk korupsi, kolusi, kong-kalikong, curiga terhadap orang yg tidak seide atau segolongan dibiarkan melenggang-kangkung seenaknya. Saat orang2 lebih mementingkan perbedaan lahir daripada hidup bersama, bila orang2 lebih menomor-satukan kesatuan daripada persatuan, kalau orang2 lebih suka terhadap keseragaman dan bukan keberagaman, itu namanya bukan "ibadah," tapi UPACARA!