Sabtu, 13 Oktober 2012

Kau

Sayang, lihatlah wajahmu! Ada di sajak-sajakku. Tapi jika kata tak jua dapat kaupahami, biar diammu yg kulukisi.

Sayang, anggunlah! Tapi jangan berlama-lama di depanku. Karena rinduku tak tahu caranya malu saat kausipu.


Iya, Sayang... Ini aku! Lelaki yg di dadanya ada cinta yg meribut, ada rindu yg menurut. Bertapalah! Dan jangan terkejut.


Ya! Akulah lelaki itu; yg rusak dan karam di hatimu yg terdalam. Yg serakah memilikimu dg cinta yg paling baka di jagad raya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar