Kalau kita mendengar kata "ibadah" maka otak kita langsung berfikir itu
adalah tindakan ritual agama. Terus, orang yg menjalankan ritual formal
itu kita sebut "beribadah," kalau tidak ya "tidak beribadah". Akibatnya,
suburlah formalitas kehidupan. Orang2 takut dikatakan kafir. Maka
mereka berbondong2 rajin ke tempat2 ibadah. Tapi kemungkaran dalam
bentuk korupsi, kolusi, kong-kalikong, curiga terhadap orang yg tidak
seide atau segolongan dibiarkan melenggang-kangkung seenaknya. Saat
orang2 lebih mementingkan perbedaan lahir daripada hidup bersama, bila
orang2 lebih menomor-satukan kesatuan daripada persatuan, kalau orang2
lebih suka terhadap keseragaman dan bukan keberagaman, itu namanya bukan
"ibadah," tapi UPACARA!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar